Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Pernah nggak, bingung pas belanja daging sapi dan bertanya-tanya: “Ini bagian apa, ya? Cocoknya dimasak jadi apa?” Nah, kamu nggak sendirian!
Banyak dari kita yang asal beli daging tanpa tahu bagian mana yang paling pas untuk semur, steak, atau rendang. Padahal, memahami tiap bagian daging sapi itu penting agar masakanmu bukan cuma enak, tapi juga empuk dan juicy.
Di artikel ini, kita bakal bahas bagian-bagian utama dari daging sapi, mulai dari yang ada di bagian depan, tengah, sampai belakang tubuh sapi, lengkap dengan karakteristik dan jenis masakan yang cocok.
Di bagian depan, ada potongan daging yang cenderung lebih berlemak dan banyak otot, cocok untuk masakan yang dimasak lama seperti semur atau sop.
Sampur atau chuck adalah bagian yang terletak di sekitar leher hingga pundak sapi. Kalau diperhatikan, daging dari bagian ini punya tampilan yang cukup khas, terlihat berserat dengan garis-garis lemak dan jaringan ikat yang lumayan banyak.
Bagian sampur cocok untuk kamu yang suka masakan berkuah, berbumbu kuat, atau olahan daging giling yang mantap. Olahan dari bagian ini adalah semur, sop daging, daging giling buat burger atau bakso.
Ciri khas bagian sandung lamur adalah kandungan lemaknya yang cukup tinggi, tapi bukan jenis lemak yang langsung lumer di mulut. Lemaknya cenderung padat dan perlu waktu agar bisa meleleh.
Karena teksturnya yang padat dan mengandung banyak jaringan ikat, sandung lamur paling pas dimasak dengan teknik slow cooking. Cocok untuk masakan berkuah, seperti rawon atau sop sapi.
Sengkel ini adalah bagian betis sapi, bisa dari kaki depan atau belakang. Ciri khasnya penuh dengan kolagen dan urat. Sekilas mungkin kelihatan alot, tapi justru di situlah letak kelezatannya.
Begitu dimasak lama, kolagen yang ada di dalam sengkel akan berubah jadi gelatin. Cocok untuk soto daging, sop buntut, rendang, sampai oseng-oseng pedas yang dimasak dengan api kecil dalam waktu lama. Dijamin empuk, gurih, dan bikin nambah nasi terus.
Baca Juga: Rendang daging sapi ala masako
Bagian tengah daging sapi terdapat banyak potongan premium. Yuk, kenalan lebih dekat dengan potongan daging sapi dari bagian tengah dan olahan yang paling cocok untuk masing-masing jenisnya!
Potongan ini berasal dari sekitar tulang rusuk dan punya perpaduan daging dan lemak yang bikin rasanya makin gurih saat dimasak. Karena ada lemaknya, iga bisa jadi super empuk dan juicy, asal dimasak dengan sabar dan teknik yang tepat.
Potongan iga punya aroma yang menggoda saat dibakar. Cocok untuk olahan iga bakar yang manis pedas, sop konro khas Makassar yang kaya rempah, atau BBQ ribs ala Amerika yang lumer di mulut.
Has dalam atau tenderloin adalah bagian daging yang paling lembut dari seluruh tubuh sapi. Letaknya tersembunyi di bagian dalam, tepat di belakang tulang rusuk. Uniknya, otot ini jarang digunakan untuk bergerak sehingga teksturnya bisa halus dan minim serat otot yang keras.
Has dalam ini juga termasuk potongan premium, jadi jangan heran kalau harganya agak mahal dibanding bagian lain. Cocok untuk steak filet yang juicy, tumis daging, yakiniku ala Jepang, atau dislice tipis untuk shabu-shabu.
Potongan daging ini letaknya di bagian luar tenderloin, lebih ke arah belakang tubuh sapi. Daging sirloin terkenal cukup empuk dan punya garis lemak di sisi pinggirnya. Sirloin termasuk potongan favorit untuk yang suka steak dibanding tenderloin.
Selain steak, has luar juga cocok untuk ditumis atau dibuat sate sapi. Bagian has luar cocok untuk steak sirloin, tumisan daging, atau sate sapi yang juicy dan beraroma khas.
Bagian samcam ini letaknya ada di bagian perut bawah sapi. Dikenal juga sebagai flank steak, bagian samcan punya serat daging yang panjang dan teksturnya agak kenyal. Meskipun tipis, daging ini punya rasa gurih yang kuat, apalagi kalau dimarinasi dulu sebelum dimasak.
Samcan cocok untuk olahan, seperti rendang yang kaya bumbu, tumisan pedas ala rumahan, atau kalau kamu suka masakan Korea, bisa juga diolah jadi bulgogi yang manis gurih dan menggoda.
Setelah menjelajahi potongan daging di bagian depan dan tengah, sekarang saatnya kita ke area belakang sapi. Bagian ini didominasi otot-otot besar yang lebih sering bergerak sehingga teksturnya cenderung lebih padat dan berserat tapi rendah lemak.
Gandik adalah bagian daging sapi yang terletak di paha belakang, bersebelahan dengan bagian gandung. Daging ini dikenal karena seratnya yang panjang, teksturnya padat, dan kandungan lemaknya sangat sedikit.
Meski sedikit lebih keras dibanding bagian lain, gandik tetap banyak dipilih karena lebih sehat dan cocok untuk olahan yang dimasak lama agar empuk. Cocok untuk diolah menjadi rendang, dendeng balado, empal, atau bahan dasar abon dan bakso.
Tanjung adalah bagian daging sapi yang berasal dari punggung belakang. Potongan ini dikenal memiliki tekstur yang cukup empuk dengan serat halus. Karena komposisinya yang seimbang antara daging dan sedikit lemak, tanjung menghadirkan rasa gurih yang nikmat saat diolah.
Dengan pengolahan yang tepat, seperti dimarinasi atau dimasak perlahan, bagian tanjung bisa menghasilkan hidangan yang lezat dan menggugah selera. Cocok diolah menjadi bistik, tumisan berbumbu, atau steak ala rumahan.
Setiap bagian dari tubuh sapi punya keunikannya masing-masing. Bukan cuma soal rasa, tapi juga tekstur dan cara memasaknya. Semakin paham karakteristik tiap potongan, semakin mudah untuk menentukan masakan apa yang paling cocok.
Eksplorasi lebih banyak resep olahan daging sapi berdasarkan bagiannya di Dapur Umami! Siapa tahu, resep favorit keluargamu berikutnya ada di sana!
Baca Juga: Bye Bau Amis! 7 Cara Efektif Menghilangkan Bau Daging Sapi di Dapur